EFEKTIFITAS PEMUNGUTAN RESTIBUSI PADA PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PONTIANAK

Tri Lestari B21109027

Abstract


Penelitian yang berjudul " Efektifitas Pemungutan Restibusi pada Pedagang Kaki Lima Di  Kota Pontianak." menghasilkan sebuah kesimpulan dari permasalahan mengenai apakah kegiatan Restibusi pada Pedagang Kaki Lima berjalan efektif atau tidak, dan ternyata dari keempat sub-indikator yang ada kegiatan Restibusi pada Pedagang Kaki Lima memiliki kecendrungan berjalan efektif dalam operasionalnya karena hampir semuasub-indikator dapat terpenuhi, dapat dilihat dari setiap sub-indikator sebagai berikut: 1) Baik undang-undang maupun peraturan daerah sudah mendukung kegiatan Restibusi pada Pedagang Kaki Lima, dimana dalam Undang-undang sudah menerapkan diskresi penetapan tarif dan dalam perda telah memaparkan secara jelas dan rinci akan kegiatan retribusi Restibusi pada Pedagang Kaki Lima, namun masih terkendala akan tarif yang ditetapkan karena penetapan tarif yang ada. 2) Tingkat efektifitas retribusi dalam perhitungan IKR, restibusi parkir gerobak pedagang kaki lima dalam tiga tahun terakhir menunjukan hasil yang positif, dimana target penerimaan hampir dapat dicapai sepenuhnya, serta dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. Menilai efektifitas juga dapat dilihat dari sistem pemungutan yang dilakukan, dimana pemungutan tersebut dilakukan 2 kali dalam 1 hari . Dalam hal pencatatan dan pelaporan telah dilakukan dengan baik dimana sesuai antara yang dilaporkan dan di terima di pemerintah daerah kota pontianak, maka dalam indikator efektifitas atau hasil guna, maka kegiatan retribusi pada Pedagang Kaki Lima dapat dikatakan telah efektif. 3) Melalui perhitungan REBP ditemukan bahwa selama tiga tahun terakhir, hasilnya selalu dibawah 100% yaitu berkisar pada persentase 90% saja, hal tersebut menunjukan bahwa pengeluaran yang dilakukan oleh pengelola Restibusi pada Pedagang Kaki Lima tidak dapat ditutupi oleh hasil dari retribusinya. Tidak terpenuhinya secara penuh biaya operasional menunjukan bahwa pemungutan Restibusi pada Pedagang Kaki Lima belum  walaupun tidak terlalu besar. 4) Dari segi keadilan dan juga diterima secara luas akan tarif tersebut, maka tarif tersebut sangat diterima dan memenuhi prinsip keadilan oleh pedagang kaki lima karena dengan tarif yang murah, berarti pemerintah dapat membuka lapangan kerja karena sebagian besar pedagang kaki lima adalah masyarakat ekonomi lemah Dilain pihak dampak dari penetapan tarif yang rendah ini adalah berpengaruh terhadap kualitas layanan yang diberikan, dimana ada berbagai permasalahan seperti pengawasan dan pembinaan serta pelayanan khususnya kebersihan yang diberikan oleh pengelola.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.