ANALISIS BENEFIT COST ANTARA USAHATANI PADI DAN USAHATANI UBI KAYU DI KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG

MARLIA ARDHYANI B01106052

Abstract


Kabupaten Ketapang adalah salah satu Kabupaten yang berada di provinsi Kalimantan Barat yang sangat berpotensial dengan usahatani padi dan ubi kayu karena didukung oleh iklim, sarana serta struktur tanah. Berdasarkan data pada tahun 2010 di Kabupaten Ketapang khususnya Kecamatan Benua Kayong sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani dengan persentase sebesar 40,93% atau sebanyak 13.280 orang, dengan jumlah petani padi sebanyak 6.013 orang, jumlah petani ubi kayu sebanyak 4.705 orang serta sejumlah 2.562 orang yang menjadi petani lain seperti sayur, karet dan lain-lain. Dilihat dari jumlahnya serta persentase, mayoritas penduduk Kecamatan Benua Kayong bermatapencaharian sebagai petani, sehingga wajar saja Kecamatan Benua Kayong memiliki unggulan-unggulan dalam produksi pertaniannya, hal ini juga tidak terlepas dari letak geografis dan keadaan alam yang mendukungnya dengan rata-rata tiap petani memiliki tanah sebesar 1 Ha dengan banyak juga petani padi yang menjadikan tanaman ubi kayu sebagai tanaman tumpang sari. Dengan luas 1 Ha lahan dapat menghasilkan produksi padi rata-rata  3,70 sampai 4 ton/ha.  Sedangkan untuk produksi ubi kayu dengan luas 1 Ha lahan pertanian dapat menghasilkan produksi ubi kayu rata-rata antara 6 sampai 9 ton/ha dengan biaya produksi untuk tanaman padi dengan luas 1 Ha rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.5.080.000/ha dan tanaman ubi kayu dengan luas 1 Ha rata-rata biaya yang dikeluarkan sebesar Rp.11.210.000/ha yang sudah termasuk upah pekerja, pupuk, benih dan lain-lain.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis besar benefit cost antara usahatani padi dan usahatani ubi kayu di Kecamatan Benua Kayong dan untuk mengetahui upaya-upaya dilakukan petani untuk meningkatkan hasil produksi dan pendapatan dalam usahataninya seperti peningkatan penggunaan pupuk organik dan anorganik dan pengairan yang baik serta peningkatan kerjasama dengan bank dalam mendukung usahataninya

Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriftif, tujuan utama dalam menggunakan metode deskriftif adalah untuk menggambarkan sifat suatu keadaan yang sementara berjalan pada saat penelitian dilakukan, dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu.

Berdasarkan data yang diperoleh dari pembahasan yang telah penulis nyatakan dalam penulisan ini, maka penulis memperoleh kesimpulan (1). Biaya produksi usahatani padi per hektar di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang sebesar Rp. 5.080.000 dan usahatani ubi kayu sebesar Rp. 11.210.000. (2).Hasil penjualan usahatani padi per hektar di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang sebesar Rp. 12.000.000 dan hasil penjualan ubi kayu per hektar sebesar Rp. 22.500.000. (3). Laba atau keuntungan usahatani padi per hektar di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang sebesar Rp. 6.920.000 dan hasil laba atau keuntungan usahatani ubi kayu per hektar sebesar Rp. 11.290.000. (4). Perbandingan Benefit Cost Ratio antara usahatani padi sebesar 2,36 sedangkan usahatani ubi kayu sebesar 2,00 dengan kesimpulan usahatani padi lebih menguntungkan dibandingkan dengan usahatani ubi  kayu jika dilihat dari Benefit Cost Ratio di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang.

Kata Kunci : Benefit Cost Usahatani Padi dan Ubi Kayu


Refbacks

  • There are currently no refbacks.