ANALISIS DAMPAK ADANYA EKOWISATA MANGROVE PADA KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DESA PASIR KABUPATEN MEMPAWAH

Gita Ramadhani, Yohanes Bahari, Izhar Salim

Abstract


 

Ecotourism is an alternative form of tourism, which is formed as a reaction to various negative impacts of traditional tourism by making a trip to a natural or conservation area that supports environmental sustainability. Development of mangrove ecotourism is very important for humans and mangrove forests itself to prevent the damage of coastal areas. With the existence of ecotourism, it is expected to encourage the development and preservation of mangrove forests that have high value. The development of the ecotourism along with the local community can develop tourism objects while preserving mangrove forests. Mempawah Mangrove Park (MMP) is a tourist site for mangrove forests in Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah.This study aims to determine the impact of mangrove ecotourism on the socio-economic aspect of Desa Pasir Mempawah Hilir society. The method that will be used in this research is descriptive. Data collection techniques that will be used are observation, interview, and documentation. The data collection tools that will be used in this research are the observation guide, interview guide, and documentation. Data analysis will be data reduction, data display, and verification.


Keywords


Impact, Mangrove Ecotourism, Society.

Full Text:

PDF

References


Abdulsyani, 1994. Sosiologi (skematika, teori dan terapan), Penerbit: Bumi Aksara, Jakarta.

Damanik, M. L. Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi pada Daerah Wisata Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir). Dampak Pariwisata Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi pada Daerah Wisata Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir).

Daryanto dan Agung Suprihatin. 2013. Pengantar Pendidikan Lingkungan Hidup. Yogyakarta: Gava Media

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. 2009. Panduan Pemasaran Pariwisata Yang Bertanggungjawab (Responsible Tourism Marketing). Jakarta:Tidak Diterbitkan

Destaria, Lisa. 2013. Dampak Sosial Dan Ekonomi Keberadaan Objek Wisata (Studi Kasus The Unique Part Waterboom) Di Kenagarian Muaro Kalaban Kota Sawahlunto. Universitas STKIP PGRI, Sumatera Barat

Edy SS, Setiawan A. 2014.Potensi Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten lampung Selatan. Jurnal Sylva Lestari. 2(2):49-60.

Fahriansyah dan Dessy, Yoswaty. 2012. Pembangunan Ekowisata di Kecamatan Tanjung Balai Asahan, Sumatera Utara: Faktor Ekologis Hutan Mangrove. Jurnal ilmu dan teknologi kelautan tropis. 4 (2) : 346-359.

Pitana dan Gayatri. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Cv. Andi

Retnowati E. 2004. Ekoturisme di Indonesia: Potensi dan Dampak. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian Pemanfaatan Jasa Hutan dan Non Kayu Berbasis Masyarakat Sebagai Solusi Peningkatan dan Pelestarian Hutan. Bogor [ID]: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Hal 71-79.

Rutana, F, F. 2011. Studi Kesusaian Ekosistem, Manggrove sebagai Objek Ekowisata di Pulau Kapota Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara. Universitas Hasanuddin, Makasar

Satori, Djam’an dan Komariah Aan. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Soerjono, Soekanto. 2001.Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Subandra N, Mastiani NN. 2006. Dampak Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Lingkungan Pengembangan Desa Wisata Di Jatiluwih Tabanan. Jurnal Manajemen Pariwisata 5(1):47-64.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
ICoTE Proceedings is licensed under a Creative Commons Attribution
NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License
.

View My Stats