Strategi Pengembangan Entrepreneurship di Kabupaten Bengkayang

Nuraini Asriati

Abstract


 

Data pokok industri menengah Kabupaten Bengkayang pada sektor industri formal mencapai 135 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 315 orang sedangkan untuk sektor industri non formal 170 unit usaha yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 444 orang. Namun jika dicermati dari sektor industri formal maupun non formal tersebut masih banyak potensi jenis industri yang belum tergarap secara maksimal. Kajian Strategi Pengembangan Entrepreneurship di Kabupaten Bengkayang ini dilakukan dengan dua strategis pendekatan yaitu strategi jalur pengusaha dan jalur pendidikan menengah kejuruan sebagai upaya memacu tumbuhnya para pengusaha baru.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian strategi pendekatan jalur pengusaha dijalankan dengan menggali keunggulan potensi utama daerah setiap Kecamatan berdasarkan kriteria penilaian sentra produk One Village One Product (OVOP) yang mengandung 22 aspek. Kajian strategi pengembangan entrepreneurship melalui jalur pendidikan kejuruan dilakukan dengan  menerapkan model pembelajaran berwawasan kewirausahaan dengan model pembelajaran Teaching Factory 3M.


Keywords


Strategi, Kewirausahaan, Industri Menengah, OVOP, Teaching Factory

Full Text:

PDF

References


Arman Hakim, Bustanul Arifin, Mokh Suef, (2007), Entrepreneurship Membangun Spirit Teknopreneurship, Yogyakarta: Penerbit Andi.

Biro Pusat Statistik, 2012, Bengkayang Dalam Angka,

Endang Mulyani, (2009), Strategi Menumbuhkan Sikap dan Perilaku Wirausaha Melalui Pembelajaran kooperatif Yang Berwawasan Kewirausahaan, Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 6 (2)

I Wayan, 2010, Kawasan Industri Terpadu Mandiri, Harian Kompas, 2010Kementrian Koperasi dan UMKM RI, 2014, OVOP Indonesia,

Raka, G (1999). “Beberapa Pandangan Mengenai Kewirausahaan di Perguruan Tinggi. Makalah. Disampaikan dalam Semiloka Wawasan Entrepreneurship IKIP YOGYAKARTA pada tanggal 17 dan 19 Juli 1999.

Kemmis S. & McTaggart C. (1988). The Action Research Planner. Deakin: Deakin University Press.

MeirinaTriharini,DwinitaLarasati&R.Susanto, Pendekatan OneVillageOneProduct(OVOP)untuk MengembangkanPotensiKerajinanDaerah StudiKasus:KerajinanGerabahdiKecamatanPlered,Kabupaten Purwakarta. ITBJurnal. Vis. Art & Des, Vol. 6, No. 1, 2014, halaman 29-42

Rusdiana, 2014, Kewirausahaan Teori dan Praktik, Bandung : Pustaka Setia.

Sahid Susanto (1999). Implementasi Wawasan Entrepreneurship dalam Penelitian di Perguruan Tinggi. Makalah. Disampaikan dalam Semiloka WawasanEntrepreneurship IKIP YOGYAKARTA pada tanggal 17 dan 19 Juli 1999.

Suparyanto, 2012, Kewirausahaan Konsep dan Realita pada Usaha Kecil, Bandung: Penerbit Alfabeta.

Suprodjo Pusposutardjo(1999). Pengembangan Budaya Kewirausahaan Melalui Matakuliah Keahlian. Makalah. Disampaikan dalam Semiloka Wawasan Entrepreneurship IKIP YOGYAKARTA pada tanggal 17 dan 19 Juli 1999.

Suyanto (1999). Implementasi Wawasan Entrepreneurship dalam Kegiatan Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Makalah. Disampaikan dalam Semiloka Wawasan Entrepreneurship YOGYAKARTA pada tanggal 17 dan 19 Juli 1999.

Sarbini HS, dkk. (2000). Implementasi Rancangan Pembelajaran yang Terintegrasi Jiwa Wirausaha. Yogyakarta: LEMLIT UNY.

Tulus Tambunan, 2012, Usaha Mikro Kecil dan Menengah Di Indonesia, Jakarta: LP3ES.

UU No. 20 Tahun 2008, Undang Undang tentang Usaha Kecil Mikro Menengah, Bandung: Penerbit Alfabeta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
ICoTE Proceedings is licensed under a Creative Commons Attribution
NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License
.

View My Stats