ANALISIS KEBUTUHAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KIMIA DASAR BERBASIS INKUIRI

I Nyoman Suardana, Putu Prima Juniartina

Abstract


The research aimed to need analysis of developing Basic Chemistry learning tools based on inquiry. This was descriptive research. The subjects were a syllabus, two lectures, and 43 students of the Third Semester in Academic Year 2018/2019 on Science Education Study Program, Ganesha University of Education. The object was Basic Chemistry topics, the materials that are difficult for the students and their cause, lectures constraint in learning, and lectures view about learning based on inquiry. Data were collected by questionnaire and documentation. Data were analyzed by descriptively. The result showed that the Basic Chemistry topics include: material and its' change, atomic structure, periodic system of elements, chemical bonding and molecular structure, stoichiometry, thermochemistry, chemical kinetics, chemical equilibrium, acid and base, hydrolysis, buffer, colligative properties, colloid, redox and electrochemistry, elemental chemistry, and organics chemistry. All of the topics were considered difficult by a certain number of students. Most of student difficulties were found in the topics: stoichiometry, chemical kinetics, and colligative properties (58.14%), but the smallest in the topics: material and its' change, and atomic structure (13.95%). The students’ difficulties are caused by the abstract materials (23.26%), low of mathematics ability of students (34.88%), the students learning only for doing task/test (59.53%), low students’ prior-knowledge (46,51%), the students, habit to memorizing learning (51,16%), the students did not reflect their learning (53,48%), and the students easily forget the concepts learned (65,12). The lectures constraint in learning comprises designing and implementing of learning and assessment. The lectures said that the Basic Chemistry learning tools based on inquiry are important to be developed to facilitate the students in constructing the knowledge.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan memerlukan analisis pengembangan alat pembelajaran Kimia Dasar berdasarkan inkuiri. Ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah silabus, dua kuliah, dan 43 mahasiswa Semester Ketiga Tahun Akademik 2018/2019 tentang Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan, Universitas Pendidikan Ganesha. Objeknya adalah topik Kimia Dasar, materi yang sulit bagi siswa. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa topik Kimia Dasar meliputi: bahan dan perubahannya, struktur atom, sistem periodik elemen, ikatan kimia dan struktur molekul, stoikiometri, termokimia, kinetika kimia, keseimbangan kimia, asam dan basa, hidrolisis, penyangga, sifat koligatif , koloid, redoks dan elektrokimia, kimia unsur, dan kimia organik. Semua topik dianggap sulit oleh sejumlah siswa. Sebagian besar kesulitan siswa ditemukan dalam topik: stoikiometri, kinetika kimia, dan sifat koligatif (58,14%), tetapi yang terkecil dalam topik: materi dan perubahannya, dan struktur atom (13,95%). Kesulitan siswa disebabkan oleh materi abstrak (23,26%), rendahnya kemampuan matematika siswa (34,88%), siswa belajar hanya untuk mengerjakan tugas / tes (59,53%), rendahnya pengetahuan awal siswa (46,51) %), siswa, kebiasaan menghafal pembelajaran (51,16%), siswa tidak mencerminkan pembelajarannya (53,48%), dan siswa mudah melupakan konsep yang dipelajari (65,12). Kendala kuliah dalam pembelajaran terdiri dari perancangan dan implementasi pembelajaran dan penilaian. Dosen yang merupakan subjek penelitian menyatakan bahwa alat pembelajaran Kimia Dasar berdasarkan penyelidikan adalah penting untuk dikembangkan guna memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan.

Kata Kunci: analisis kebutuhan, kimia dasar, inkuiri, kesulitan belajar, kendala belajar


Keywords


need analysis; basic chemistry; inquiry; learning difficulties; learning constraint

Full Text:

PDF

References


Anugrah, S. H., Effendy, & Suharti. (2015). Analisis Kesalahan Konsep Sifat Koligatif Larutan pada Mahasiswa Kimia Universitas Negeri Malang dan Eliminasinya Menggunakan Media Visualisasi Statik. Jurnal Ilmu Pendidikan, 21(2), 178-184.

Armawan, D., Parno, & Yuliati, L. (2017). Analisis Strategi Thinking Maps dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis. Jurnal Pendidikan, 2(5), 652-660.

Auliyah, A., Hanum, L., & Khaidun, I. (2017). Analisis Kesulitan pemahaman siswa pada Materi Sifat Koligatif Larutan dengan Menggunakan Three-Tier Multiple Choice Diagnostic Test di Kelas XII IPA2 SMA Negeri 5 Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kimia, 2(1), 55-64.

A’yun, Q Harjito, & Nuswowati, M. (2018). Analisis Miskonsepsi Siswa Menggunakan Tes Diagnostic Multiple Choice Berbantuan CRI (Certainty of Response Index). Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1), 2108-2117.

DCU Student Learning Resources. (2007). Learning to Learn, Reflective Learning: Keeping A Reflective Learning Journal. http://educationalelearningresources.yolasite.com/resources/ Reflectivelearning.pdf. [2 Pebruari 2017]

Ginting, F. V. (2013). Analisis Kesulitan Belajar Kimia Siswa pada Pokok Bahasan Termokimia Di SMA Swasta Eria Medan Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Medan.

Hendarcipta, N., Nulhakim, L., Agustini, S. T. (2017). Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa melalui Penerapan Model Inkuiri Terbimbing di Sekolah Dasar. JPSD, 3(2), 215-227.

Handayani, T. (2011). Penerapan Sistem Pembelajaran Reflektif dalam Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Matematika (PTK pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Sambi, Boyolali). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Hidayah, U. L., Supardi, K. I., & Sumarni, W. (2018). Penggunaan Instrumen Lembar Wawancara Pendukung Tes Diagnostik Pendeteksi Miskonsepsi untuk Analisis Pemahaman Konsep Buffer-Hidrolisis. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1), 2075-2085.

Ifatah, N. M. (2016). Efektivitas Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Metode Eksperimen terhadap Pemahaman Konsep pada Materi Sel. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Indriani, A., Suryadharma, I. B., & Yahmin. (2017). Identifikasi kesulitan Peserta Didik dalam Memahami Kesetimbangan Kimia. Jurnal Pembelajaran Kimia, 2(1), 9-13.

Irwanto, Saputro, A. N., Rohaeti, E. & Prodjosantoso, A. K. (2018). Promoting Critical Thinking and Problem Solving Skills of Preservice Elementary Teachers through Process-Oriented Guided-Inquiry Learning (POGIL). International Journal of Instruction. 11(4), 777-794.

Lalang, A. C., Ibnu, S., & Sutrisno (2017). Kemampuan Berpikir Kritis dan Pemahaman Konseptual Siswa dengan Inkuiri Terbimbing Dipadu Pelatihan Metakognisi pada Materi Kelarutan Dan Ksp. Jurnal Pendidikan, 2(1), 12-21.

Maisarah, S., Adlim, &Yusrizal. (2015). Pengembangan Pembelajaran Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Gaya. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia. 3(1), 218-229.

Margunayasa, I. G., Dantes, N. & Suastra, I W. (2019). The Effect of Guided Inquiry Learning and Cognitive Style on Science Learning Achievement. International Journal of Instruction. 12(1), 757-750.

Marsita, R. A., Priatmoko, S. & Kusuma, E. (2010). Analisis Kesulitan Belajar Kimia Siswa SMA dalam Memahami Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Two-Tier Multiple Choice Diagnostic Instrument. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia. 4(1), 512-520.

Marzuki, H. & Astuti, R. T. (2017). Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep pada Materi Titrasi Asam Basa Siswa SMA. Jurnal Pendidikan Kimia. 1(1), 22-27.

Nazar, M., Sulastri, Winarni, S., & Fitriana, R. (2010). Identifikasi Miskonsepsi Siswa SMA Pada Konsep Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi. Jurnal Unsyah. http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/JBE/article/view/448. Diakses: [29-1-2019)

Nilawati, P. A., Subandi, & Utomo, Y. (2015). Identifikasi Kesalahan Konsep Pada Materi Stoikiometri Di SMA. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan Universitas Malang, 269-274

Said, I. M., Sutadji, E., Sugandi, M. (2016). Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Cooperative Learning dengan Pendekatan Saintifik untuk Siswa SMK Se-Kota Malang Program Keahlian Teknik Ototronik. Jurnal Pendidikan, 1(2), 265-270.

Supanti, S. & Hartutik, I. (2018). Peningkatan Hasil Belajar dan Kemandirian Siswa pada Materi Sistem Koloid dengan Metode Inkuiri. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(1), 2031-2038.

Taslimuharom, T. (2015). Penerapan Pendekatan Saintifik oleh Guru Konstruksi Bangunan untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan. Orasi Ilmiah. Disampaikan sebagai prasyarat untuk menduduki jabatan fungsional widyaiswara utama di PPPPTK Bidang Mesin dan Teknik Industri pada Tanggal 5 Maret 2015.

Uswatun, D. A. & Rohaeti, E. (2015). Perangkat pembelajaran berbasis inkuiri untuk meningkatkan critical thinking skills dan scientific attitude siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. 1(2), 138-152.

Wibowo, A. (2017). Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik dan Saintifik terhadap Prestasi Belajar, Kemampuan Penalaran Matematis dan Minat Belajar. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 4 (1), 1-10.

Yakina, Kurniati, T. & Fadhilah, R. (2017). Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Kimia Kelas X Di SMA Negeri 1 Sungai Ambawang. Ar-Razi Jurnal Ilmiah. 5(2), 287-297.

Zakiyah, Ibnu, S., & Subandi. 2018. Analisis Dampak Kesulitan Siswa pada Materi Stoikiometri Terhadap Hasil Belajar Termokimia. EduChemia,3(1), 119-13.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jpmipa.v11i1.32556

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Abstracted/Indexed by:

S3    


PUBLISHED BY:

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura
IN COOPERATION WITH
Perkumpulan Pendidikan IPA Indonesia (PPII)

Creative Commons License
Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License

View My Stats