“NILAI ANAK” DALAM PERSPEKTIF MASYARAKAT MULTI ETNIK DAN AGAMA

Ismail Ruslan

Abstract


Tulisan ini berjudul “Nilai Anak” Dalam Perspektif Masyarakat Multi Etnik dan Agama yang memberikan gambaran, pandangan agama dan budaya terhadap nilai anak. Pada masyarakat Kota Pontianak multi etnik dan agama, telah memberikan penilaian dan perlakuan terhadap anak disebabkan latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendalami apa yang dimaksud oleh informan, latar munculnya pemikiran tersebut hingga informasi lainnya. Peneliti menggunakan teknik wawancara kepada tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu, dan peneliti juga mewawancarai tokoh Melayu, Madura, Jawa, dan Tionghoa.  Penelitian ini menemukan 1. Semua agama memandang bahwa anak adalah anugerah Tuhan yang patut disyukuri, perbedaan jenis kelamin pada anak tidak boleh menjadikan alasan untuk memperlakukannya secara diskriminatif. 2. Agama Hindu memberikan penghargaan terhadap anak laki lebih utama dari pada anak perempuan, baik urusan perkawinan, kewarisan dan lainnya. Konsep ini disebut dengan “suputra”. 3. Dalam keluarga Melayu, Madura, Jawa, Tionghoa menilai bahwa anak laki-laki sama posisinya dengan anak perempuan, perbedaan hanya terletak pada jenis kelamin saja dan akses pendidikan, ekonomi dan lainnya berhak diperoleh keduanya.

Kata Kunci: Nilai Anak Multi Etnik.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.