KESEJAHTERAAN SOSIAL: Sebuah Pesrpektif Dialektis

Balthasar Watunglawar, Katarina Leba

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menganalisa persepsi masyarakat perihal kesejahteraan sosial yang secara tanpa sadar memengaruhi perilaku dan sikap hidup dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.  Perspektif dialektis menjadi objek formal penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka. Data yang telah dikumpulkan, diklasifikasikan untuk mendapatkan data dominan, untuk dianalisis. Peneliti menganalisis data dengan cara disajikan, direduksi, dideskripsikan, dan dievaluasi. Peneliti merefleksikan dan menganalisis untuk memboboti secara kritis dari perspektif peneliti untuk kemudian disimpulkan. Hasil penelitian ini menginformasikan bahwa kesejahteraan sosial tidak hanya terkait dengan pemenuhan barang, jasa, kepastian hukum untuk keseimbangan dan kenyamanan, serta kepentingan individu semata, melainkan sebuah kesejahteraan yang berorientasi pada kesejahteraan umum dan kebaikan bersama (communal well-being & bonum communio). Perspektif diaklektis kesejahteraan adalah kolaborasi hak dan kewajiban secara proporsional antara ayah-ibu-anak atau masyarakat-pemerintah-negara. Kesejahteraan membutuhkan perbaikan positif untuk penciptaan peradaban baru sebagai sintesis dan bukan repetisi. Gerakan kesejahteraan bersifat altruistik dan bukan egoistik-individualistik. Kesejahteraan menuntut pemberdayaan, maksimalisasi kinerja, peningkatan etos kerja sebagai bagian dari pengungkapan identitas dan hakekat manusia sebagai "homo vaber" atau “animal rationaleâ€.


Full Text:

PDF

References


Fajriha, N. (2020, Januari 25). Dampak Virus Korona ke Indonesia. Retrieved Mare 19, 2020, from Liputan6 Web site: https://www.liputan6.com

GuruPpkn. (2017, Juli 6). Dipetik Desember 4, 2018, dari GuruPpkn Web site: https://www.guruppkn.com

https://nasional.kompas.com/read/2017/12/28/09531001/melihat-perjalanan-setya-novanto-dalam-kasus-e-ktp-pada-2017

http://nasional.compas.com. (2017, 28 12). Diambil kembali dari http://nasional.kompas.com

Huda, C. (2016). Ekonomi Islam dan Kapitalisme. economica, 27-49.

Ikhwan, B. A. (2015). Islam dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Gema Insani.

Kompas.com. (2018, September Kamis).

Kompas.com. (2018, Juni 22).

Kunio, Y. (1990). Capitalism Semu Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.

Murphy, Robert P; Clemens, Jason; Palacios, Milagros; Veldhuis, Niels;. (2014). Economics Principles for Prosperity. (hal. 1-150). Canada: www.fraserinstitute.org.

Phoenix, T. P. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi Baru. Jakarta: PT. Media Pustaka Phoenix.

Rand, A. (1970). Capitalism: The Unkown Ideal. New York: A Single Book.

Subekan, A. (2014, September 22). Kemenkeu. Dipetik Desember 5, 2018, dari Kemenkeu Web site: https://bppk.kemenkeu.go.id.

Sugiono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

The Telegraph. (2018, November 28). Dipetik Desember 4, 2018, dari The Telegraph Web site: https://www.telegraph.co.uk

Undang-Undang No. 6 Tahun 1974, asal 2 ayat 1. (t.thn.).

Wikipedia Ensiklopedia Bebas. (t.thn.). Dipetik 09 17, 2018, dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas Beb site: http://wikipedia.org/wiki/Kesejahteraan.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jppkn.v1i1.40127

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Our Journal has been Indexed by:

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.