PERDAGANGAN LINTAS BATAS ANTAR NEGARA INDONESIA – MALAYSIA (STUDI KASUS DI KECAMATAN BADAU – DISTRIK LUBOK ANTU)

Habibatul Aula, Firsta Rekayasa Hernoviyanti, Gusti Zulkifli Mulki

Abstract


Badau merupakan salah satu wilayah perbatasan yang darat Indonesia – Malaysia. Dengan dibangunnya Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai jalur resmi mendukung terjadinya perdagangan lintas batas antarnegara. Namun, kondisi Badau yang masih tertinggal dan rendahnya sumber daya manusia menjadi salah satu masalah yang belum terselesaikan.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan perdagangan lintas batas yang sesuai di wilayah perbatasan Badau – Lubok Antu. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studikasus dengan teknik analisis deskriptif triangulasi dan didukung dengan analisis SWOT.Adapun hasil penelitian berupa karakteristik terkait perdagangan lintas batas wilayah perbatasan Badau – Lubok Antu, yaitu kelapa sawit sebagai komoditas unggulan dan  penetapan adanya Kartu Identiitas Lintas Batas (KILB) yang memudahkan aktivitas perdagangan lintas batas. Akan tetapi, KILB hanya dibatasi 600 ringgit per bulan sehingga mempersulit masyarakat. Kemudian, faktor –faktor yang mendorong berupa adanya hubungan kekerabatan meskipun terpisah secara administratif wilayah, pengembangan industri, modal investasi dan potensi pariwisata yang masih bisa dikembangkan untuk mendukung fungsi PKSN Badau. Namun, ada juga beberapa faktor penghambat yaitu kualitas sumber daya manusia yang rendah serta sarana dan prasarana yang belum sepenuhnya maksimal jika dibandingkan dengan Lubok Antu. Berdasarkan hasil analisis, maka strategi yang digunakan adalah strategi turn – around  yaitu memanfaatkan peluang dan meminimalisir permasalahan.

Kata Kunci : Perbatasan antar negara, Perdagangan lintas batas, Badau – Lubok Antu.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.