STUDI ANGKUTAN PEMUKIMAN DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS : KELURAHAN TANJUNG HULU KECAMATAN PONTIANAK TIMUR)

Adika Septianto, Rudi S. Suyono, Eti Sulandari

Abstract


Berkurangnya armada transportasi umum di Kota Pontianak yang disebabkan karena masyarakat lebih suka untuk menggunakan kendaraan pribadi, hal ini mengakibatkan terjadi kemacetan pada beberapa wilayah, sama halnya pada wilayah Kelurahan Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur. Oleh sebab itu, dilakukan sebuah penelitian untuk menghidupkan kembali alat transportasi massal atau menghadirkan moda transportasi baru seperti angkutan permukiman, dengan metode stated preference, dengan sampel sebanyak 235 sampel. Menggunakan empat paramater  atribut, yaitu :  tarif, fasilitas dan kenyamanan, waktu tunggu (headway) dan waktu tempuh. Berdasarkan hasil analisa yang diperoleh, pada option 1, option 3, option 4 dan option 6 menunjukan bahwa responden lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, pada option 2, option 5, dan option 7 menunjukan bahwa responden berimbang, namun pada option 8 menunujukan bahwa responden lebih memilih menggunakan angkutan permukiman, hal ini disebabkan karena semua atribut berlevel positif. Berdasaran pemodelan pemilihan moda transportasi didapatkan U(Ap-Kp) = 0.542-0.0003x∆X1+0.162x∆X2-0.040x∆X3-0.041x∆X4. Dan dari keempat atribut pemilihan moda transportasi dapat mempengaruhi pemilihan moda, atribut fasilitas dan kenyamanan menjadi atribut yang paling signifikan mempengaruhi utilitas pemilihan moda.

 

Kata kunci : angkutan permukiman, logit binomial, moda transportasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.