MODIFIKASI PONDASI TIANG TONGKAT BELIAN DENGAN BETON FERROSEMEN

Agus Supianto, Eka Priadi, - Rustamaji

Abstract


Daya dukung tanah lunak di Kalimantan Barat ummnya rendah. Masyarakat menggunakan sistem pondasi tradisional yang dinamakan tiang tongkat untuk menopang beban konstruksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui daya dukung yang terjadi setelah dilakukan pengujian lapangan. Pengujian dilakukan melalui 3 (tiga) cara uji yaitu secara laboratorium, kemudian cara sondir (CPT), dan uji pembebanan (Loading Test). Hasil pengujian secara laboratorium menunjukkan bahwa metode Meyerhof memberikan hasil nilai dukung yang rendah daripada metode Terzaghi dan metode Tomlinson, dengan nilai daya dukung terkecil sebesar 973,114 kg, dan nilai terbesar sebesar 3698,580 kg. Sedangkan pengujian secara sondir (CPT) metode Schmertmann & Nottingham menghasilkan nilai daya dukung yang lebih rendah daripada metode Langsung (Direct Method) dengan nilai daya dukung terkecil sebesar 607,784 kg, dan nilai terbesar sebesar 1887,784 kg.  Adapun pengujian secara uji lapangan (Loading Test) metode Elastis Plastis menghasilkan nilai daya dukung yang lebih rendah dibandingkan dengan metode Mazurkiewich dan metode Chin, dengan nilai  daya dukung sebesar 310 kg, dan nilai terbesar sebesar 715 kg. Secara umum, metode Elastis Plastis yang dipakai sebagai acuan untuk nilai daya dukung dari metode-metode yang dipilih, karena nilai daya dukung metode Elastis Plastis menghasilkan nilai daya dukung paling kecil.

Kata Kunci : Pondasi Tapak Ferrosemen, Daya Dukung Tanah Lunak, Loading Test

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.