PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP OBJEK PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DI KOTA PONTIANAK

Esti Vidya Yulianingrum, Agustiah Wulandari, - Chairunnisa

Abstract


Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya. Dikota Pontianak terdapat 14 bangunan cagar budaya yang harus dilindungi yaitu Keraton Kadriah Pontianak, Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrachman, Makam Kesultanan Pontianak, Tugu Khatulistiwa, Masjid Baitannur, Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak, Vihara Bodhisatva, Kantor Pos, Lapangan Keboen Sajoek, Rumah Adat Betang/Panjang, Sumur Bor, Pelabuhan Seng Hie, Gedung Pramuka dan Kantor Bappeda Kota Pontianak..

Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kuantitatif dengan pengumpulan data berupa observasi dan kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis Karakteristik Bangunan Cagar Budaya untuk mengetahui karakteristik pada cagar budaya yang di tinjau dari usia, fungsi dan tipologi bangunan, Analisis faktor persepsi masyarakat terhadap cagar budaya di Kota Pontianak untuk mengetahui faktor faktor yang terbentuk dari masing masing cagar budaya, dan Pemetaan Hasil persepsi dan hasil faktor untuk mengetahui arahan pelestarian yang dapat diberikan pada masing-masing cagar budaya.

Hasil penelitian ini menunjukkan hasil persepsi masyarakat dan hasil faktor yang terbentuk pada masing-masing cagar budaya menunjukkan arahan pelestarian yang dapat diberikan pada masing-masing cagar budaya berdasarkan 3 (tiga) wilayah prioritas yaitu prioritas rendah, Prioritas sedang dan prioritas tinggi.

 

Kata Kunci : Persepsi, Cagar Budaya, Kota Pontianak


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.