PENGARUH PENGGUNAAN SAMPAH BOTOL PLASTIK SEBAGAI BAHAN TAMBAH PADA CAMPURAN LAPIS ASPAL BETON (LASTON)

Nugraha Yuda Pratama, Slamet Widodo, Eti Sulandari

Abstract


Aspal merupakan salah satu material yang digunakan sebagai bahan perkerasan jalan raya. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan akibat beban muatan kendaraan adalah dengan meningkatkan kualitas dan stabilitas perkerasan tersebut. Oleh sebab itu penggunaan bahan tambah (Additive) menjadi salah satu alternatif yang digunakan untuk mendapatkan kualitas lapis perkerasan yang baik. Sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate) merupakan salah satu jenis sampah yang sulit diuraikan senyawa organik tanah sehingga merupakan salah satu penyebab kerusakan unsur tanah, namun mungkin sampah botol plastik merupakan bahan fleksibel yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan tambah (Additive) pada campuran perkerasan jalan. Pemanfaatan ini dimaksudkan untuk mengurangi keberadaan sampah botol plastik tersebut sehingga tidak akan menyebabkan dampak yang negatif namun dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik aspal dan mengetahui karakteristik Marshall pada campuran laston (AC-WC) dengan bahan tambah sampah botol plastik (Polyethylene Terepthalate).

Hasil pemeriksaan aspal dengan penambahan kadar plastik sebesar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7% secara umum dapat memperbaiki sifat-sifat fisik aspal, kecuali pada kadar plastik 0,5% dan 0,7% yang nilai daktilitasnya tidak memenuhi syarat sesuai  spesifikasi umum Bina Marga 2010. Hasil pengujian campuran laston (AC-WC) dengan aspal normal dari 5% sampai 7% diperoleh nilai KAO sebesar 6,1%. Setelah didapat nilai KAO, selanjutnya dilakukan penambahan plastik dalam campuran dengan kadar 0,1%, 0,3%, 0,5%, dan 0,7%  dari berat aspal. Berdasarkan hasil Marshall Test pada campuran Laston (AC-WC) didapat nilai stabilitas, flow, MQ, VIM, dan VFB. Nilai stabilitas kadar plastik 0% = (1002,97 kg), 0,1% = (1019,08 kg), 0,3% = (1040,90 kg), 0,5% = (1088,84 kg), dan 0,7% = (1163,22 kg). Nilai flow kadar plastik 0% = (3,13 mm), 0,1% = (3,17 mm), 0,3% = (3,23 mm), 0,5% = (3,37 mm), dan 0,7% = (3,53 mm). Nilai MQ kadar plastik 0% = (320,1 kg/mm), 0,1% = (321,88 kg/mm), 0,3% = (322,63 kg/mm), 0,5% = (325,42 kg/mm), dan 0,7% = (332,13 kg/mm). Nilai VIM kadar plastik 0% = (4,04%), 0,1% = (3,94%), 0,3% = (3,79%), 0,5% = (3,58%), dan 0,7% = (3,45%). Nilai VFB kadar plastik 0% = (80,37%), 0,1% = (80,95%), 0,3% = (81,77%), 0,5% = (82,97%), dan 0,7% = (83,68%). Dari semua parameter Marshall, kadar plastik 0,1% sampai 0,5% telah memenuhi syarat, hanya kadar plastik 0,7% yang tidak memenuhi syarat karena nilai VIM yang lebih kecil dari spesifikasi. Kadar maksimum untuk pengunaan plastik dalam campuran laston (AC-WC) pada KAO 6,1% adalah sebesar 0,63%.

Berdasarkan hasil sifat-sifat fisik aspal dan karakteristik Marshall, dapat disimpulkan bahwa kadar penambahan plastik yang dapat digunakan adalah 0,1% - 0,3% dari berat aspal. Penambahan plastik dengan kadar 0,3% merupakan kadar terbaik yang dapat digunakan dalam campuran beraspal, karena telah memenuhi syarat dari semua pemeriksaan dan memiliki nilai stabilitas tertinggi pada campuran laston (AC-WC).

 

Kata Kunci : Aspal, Sampah Botol Plastik, Laston (AC-WC

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.