ANALISIS REKLAMASI LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN PELABUHAN DI KETAPANG DENGAN MENGGUNAKAN GEOSYNTHETIC

Liany Ayu Catherine, Johnny , MTS, Vivi Bachtiar

Abstract


Reklamasi adalah suatu  pekerjaan/usaha mendapatkan lahan yang tadinya tertutup air menjadi lahan yang kering  dan untuk dimanfaatkan menjadi lahan berguna untuk dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. Reklamasi ini dapat dilakukan pada lahan-lahan yang berada dipantai, rawa-rawa dan dilepas pantai. Untuk pembangunan lahan pelabuhan di Ketapang yang telah dikaji dalam studi kelayakan (Studi Kelayakan Pelabuhan Regional di Kabupaten Ketapang 2012), akan tetapi kedalaman tepian pantainya dangkal dan belum memadai untuk draft kapal yang besarnya telah ditentukan sesuai rencana kapal yang akan  berlabuh. Maka dari itu untuk mengejar kedalaman yang sesuai tersebut terlalu jauh dari pantai (± 1 km) sehingga untuk mengejar kedalaman tersebut diperlukan pilihan seperti dengan membuat trestle/ jembatan dari pantai sampai ke dermaga atau dengan membuat lahan yang berair tadi menjadi daratan dengan cara mereklamasi. Keuntungan reklamasi ini akan tersedia lahan/ daratan yang dapat disesuaikan sebagai daerah pelabuhan, perkantoran, lahan untuk tempat timbunan peti kemas dan lainnya. Untuk mengupayakan mendapatkan lahan hasil reklamasi tersebut diperlukan material bahan timbunan diambil dari lokasi yang berdekatan lokasi lahan yang akan ditimbun dan untuk menahan timbunan diperlukan konstruksi yang bisa berfungsi sebagai tembok/dinding penahan tanah yang terbuat dari bahan timbunan itu sendiri dengan mengunakan Geosynthetic yang berbentuk geobag. Sehingga proses reklamasi menjadi lebih gampang dan murah dalam pelaksanaanya. Material timbunan tersebut diambil dari laut sekitar yang  berpotensi dengan timbunan pasir dan termasuk dari muara sungai Pawan.

Dalam penelitian yang dilakukan, menggunakan metode analisa data seperti, besarnya gelombang yang akan terjadi dilokasi lahan reklamasi agar mengetahui gelombang rencana yang akan terjadi termasuk besarnya. Menganalisa data angin untuk menentukan  arah angin datang dan besarnya yang dapat menimbulkan tinggi gelombang dan refraksi gelombang yang terjadi. Jenis tanah yang akan digunakan untuk urugan dan pengisi geobag dan mereklamasi lahan berupa pasir yang jenuh air, yang akan diambil dari sekitaran lokasi dasar laut. Desain dinding penahan tanah menggunakan geobag dengan cara ditumpuk, memiliki tinggi 6,3 m dari permukaan air laut sampai dasar laut yang paling dalam dan berbentuk susunan trapesium dengan lebar puncak trapesium tersebut 5,09 m (tiga baris geobag) dan lebar dasar trapesium 26,47 m (11 baris). Adapun ukuran Geobag 2 x 1,5 x 0,6 m. Ukuran Geobag didapat dari perhitungan pengaruh gelombang pada susunan geobag. Sehingga beratnya ditentukan dengan ukuran volume yang diperlukan dan selajutnya dibesaran ukuran tersebut dikaji ulang dengan pengaruh tekanan tanah akibat timbunan untuk reklamasi yang ditahan oleh susunan geobag dengan analisa gaya geser, gaya guling dan daya dukung izin dilampaui.

 

Kata kunci : Reklamasi, Geosynthetic, Dinding Penahan Tanah, Geobag


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.