KAJIAN PENGUKURAN KINERJA INFRASTRUKTUR UNTUK PELAYANAN AIR BERSIH PDAM KOTA PONTIANAK

Iman Zikrullah, - Syahruddin, Riyanny Pratiwi

Abstract


Pengkajian terhadap pengukuran kinerja infrastruktur untuk pelayanan air bersih PDAM  Kota Pontianak masih kurang mendapat perhatian yang serius dari pihak PDAM sehingga menimbulkan kekurangan air bersih yang didistribusikan oleh PDAM ke masyarakat. Untuk mengantisipasi kekurangan terhadap air bersih tersebut, masyarakat melakukan beberapa tindakan yaitu menampung air hujan dan membuat sumur dangkal. Masalah yang mungkin dihadapi oleh pihak PDAM adalah kurang tersedianya penampungan bak air di beberapa titik dan diameter pipa yang kurang besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan berdasarkan atas pemikiran bahwa pengukuran kinerja infastruktur untuk pelayanan air bersih di Kota Pontianak belum menghasilkan tingkat pelayanan yang diharapkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengukuran Kinerja Infrastruktur Untuk Pelayanan Air Bersih PDAM Kota Pontianak. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif, yaitu menjelaskan gambaran dan meninjau langsung ke lokasi yang akan dijadikan objek penelitianyaitu masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Kota Pontianak.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa data – data dari PDAM dan data primer berupa data peninjauan langsung ke PDAM Kota Pontianak. Teknik analisis berupa pertanyaan langsung kepada PDAM Kota Pontianak.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh bahwa kebutuhan total yang dibutuhkan oleh Pontianak sampai tahun 2016 sekitar 40.132.675 m3/tahun atau 1.273 liter/detik. Berdasarkan data tahun 2016, dengan kapasitas sekitar 10 juta m3/tahun, Kota Pontianak dilayani oleh 7 buah reservoir dengan kapasitas 4.300 m3. Jadi dibutuhkan kapasitas terpasang 4 kali yang ada sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada tahun 2016. Artinya, Sumber air baku di Kota Pontianak dari segi volumenya cukup berlimpah, mengingat besarnya debit Sungai Kapuas. Hal yang perlu dipertahankan adalah menjaga kualitas air sungai sebagai sumber air baku, karena bila pencemaran terus berlangsung, biaya penyediaan air bersih di Kota Pontianak akan menjadi sangat mahal, apalagi air tanahnya tidak bisa dimanfaatkan karena merupakan air gambut yang berwarna dan bersifat asam, dan untuk pengolahannya juga memerlukan biaya instalasi yang cukup besar. Berdasarkan hasil analisis dengan kebutuhan sekitar empat kali lipat, maka dibutuhkan pembangunan WTP (Water Treatment Plant) yang menyebar disesuaikan dengan pola penyebaran penduduknya. Dapat pula disimpulkan di sini bahwa rencana penyediaan air bersih di Kota Pontianak meliputi kegiatan-kegiatan Peningkatan kemampuan dan kualitas instalasi pengolahan dan penampungan yang ada, Pembangunan instalasi penampungan dan pengolahan baru dan Pembangunan jaringan transmisi dan distribusi baru.

 

Kata-kata kunci:  kinerja infrastruktur, tekanan air, debit, kontinuitas aliran


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.