EVALUASI PERBAIKAN GEOMETRIK U-TURN PADA TINGKAT VOLUME LALU LINTAS YANG TINGGI (STUDI KASUS JALAN JENDRAL AHMAD YANI 1 KOTA PONTIANAK)

Fatima Marnessi, - Akhmadali, - Sumiyattinah

Abstract


Salah satu faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas di kota Pontianak adalah banyaknya U-Turn, sehingga menghambat kelancaran arus lalu lintas. Salah satu pengaruh dari gerakan U-Turn adalah melambat atau berhentinya kendaraan sehingga terjadilah kemacetan lalu lintas. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi U-Turn khususnya U-Turn yang berada di depan Gke Pintu Elok Pontianak di ruas jalan Jend. Ahmad Yani 1 kota Pontianak serta memberikan rekomendasi penanganan perubahan geometrik pada U-Turn yang ditinjau. Untuk mendukung peneilitian ini, pengambilan data diperoleh dengan cara melakukan survey pengamatan langsung di lapangan. Survey meliputi survey volume lalu lintas pada hari senin, jumat dan sabtu. Suvey meliputi survey geometrik, volume, waktu tempuh, tundaan dan panjang antrian. Berdasarkan 2 arah jalan yang diteliti maka volume lalu lintas puncak untuk arah jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan K.H.Ahmad Dahlan adalah sebesar 2469,4 smp/jam pukul 16.00-17.00 hari senin dan untuk arah jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan Arteri Supadio volume puncaknya sebesar 3001,4 smp/jam pukul 07.00-08.00 hari senin. Volume puncak pada U-Turn yaitu terjadi pada pukul 16.00-17.00 hari senin yaitu sebesar 1218,1 smp/jam. Dilihat dari grafik volume lalu lintas di jalan Jend. Ahmad Yani 1 menuju jalan Arteri Supadio maka kemacetan lalu lintas paling tinggi terjadi pada hari senin pukul 16.00-17.00 dimana DS mencapai 0,94 sedangkan volume puncak U-Turn juga terjadi pada hari senin pukul 16.00-17.00. Maka terjadilah kemacetan lalu lintas dan penumpukan lalu lintas akibat U-Turn di jalan Jend Ahmad Yani 1 menuju arah jalan Arteri Supadio pada jam tersebut. Dari analisa kecepatan yaitu didapat rata-rata kecepatan kendaraan ringan yaitu sebesar 5,5 km/jam dan waktu tempuh kendaraan per 50 m yaitu rata-rata sebesar 35,48 detik, panjang antrian U-Turn maksimal 109 m dengan jumlah 9 kendaraan City Transit Bus dan Tundaan rata-rata sebesar 15,01 detik. Berdasarkan hasil analisa maka didapat alternatif dengan melakukan pelebaran median menjadi sebelumnya 5,6 m menjadi 8 m dan lajur sebelumnya 3 m menjadi 3,5 di lajur arah jalan Arteri Supadio. Hasilnya di dapat DS berkurang dari 0,94 menjadi 0,73. Tundaan kendaraan menjadi 4,22 detik.

 

Kata-kata kunci:   Evaluasi, U-Turn,  Median, Tingkat Pelayanan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.