PENATAAN ARUS LALU LINTAS PADA SIMPANG JALAN BUDI UTOMO – JALAN KHATULISTIWA PONTIANAK

Chairul Anam, Eti Sulandari, S. Nurlaily Kadarini

Abstract


Jalan memegang peranan penting dalam kegiatan transportasi dan mobilitas penduduk. Jalan Khatulistiwa merupakan salah satu jalan di Kota Pontianak yang menuju pusat-pusat kegiatan ekonomi, perdagangan, industri, pendidikan dan pusat pelayanan masyarakat yang memiliki arus lalu lintas yang cukup tinggi. Tingginya aktivitas di simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo yang menyebabkan terjadinya konflik arus lalu lintas. Sehingga diperlukan analisa kinerja simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo sebagai dasar untuk melakukan penataan dan memberikan perbaikan pada masalah simpang yang ada saat ini maupun yang akan datang.

Pada penelitian ini pengambilan data primer berupa survei volume lalu lintas simpang dan geometrik simpang pada hari sabtu, minggu, dan senin jam 06.00 – 18.00 serta data sekunder yaitu peta lokasi, jumlah penduduk dan kendaraan Kota Pontianak. Selanjutnya data dianalisis dengan  menghitung volume lalu lintas simpang, kapasitas simpang dan derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal dan bersinyal.

Bedasarkan  hasil  penelitian  yang  telah dilakukan, di dapat Kinerja simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo volumenya sudah melebihi kapasitas dengan  derajat kejenuhan  (DS) = 0,86 > 0,75 (derajat kejenuhan untuk simpang tak bersinyal harus < 0,75). Sehingga untuk simpang Jalan Khatulistiwa – Jalan Budi Utomo dibutuhkan  penanganan ataupun alternatif perbaikan terhadap simpang tersebut guna memberikan kenyamanan sebagai prasarana transportasi. Alternatif pertama, dicoba dengan  pengaturan menggunakan lampu lalu lintas dan didapat derajat kejenuhan (DS) = 1,06 > 0,85 (derajat kejenuhan untuk simpang bersinyal harus <0,85). Alternatif kedua, dilakukan pemasangan lampu lalu lintas disertai perubahan geometrik simpang dan didapat derajat kejenuhan (DS) =  0,84. Alternatif ketiga, alternatif yang dilakukan yaitu mengatur pola pergerakan arus lalu lintas, dimana Jalan Budi Utomo yang awalnya dua arah diubah menjadi satu arah diperoleh derajat kejenuhannya (DS) = 0,60 < 0,85 dengan tundaan selama 6,8 det/smp, sehingga alternatif ketiga dinyatakan memenuhi persyaratan (< 0,85) . Setelah dilakukan pengujian kelayakan simpang untuk 5 tahun yang akan datang, ternyata simpang yang direncanakan  pada alternatif ketiga masih memenuhi persyaratan dengan DS = 0.65 < 0,85  dan tundaan selama 7,37 det/smp dan tingkat kinerja simpang (B) dan arus lalu lintas cukup baik.

 

Kata Kunci : Jalan Khatulistiwa, Derajat Kejenuhan, Kinerja Simpang, Lampu Lalu Lintas


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.