PERKERASAN CAMPURAN ASPAL AC-WC TERHADAP SIFAT PENUAAN ASPAL

Supriadi .T, Syafaruddin AS, Heri Azwansyah

Abstract


Proses penuaan aspal merupakan salah satu penyebab terjadinya suatu penurunan kualitas pada perkerasan lentur Laston. Campuran Asphalt Concrete Wearing Course (AC – WC) merupakan lapis aus dan berada di lapis permukaan paling atas yang memungkinkan terjadinya perubahan karakteristik yang dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan (udara, temperatur dan sinar matahari). Kerusakan ini terjadi lebih awal dari umur rencana konstruksi jalan yang diperhitungkan, untuk itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penuaan pada campuran aspal AC-WC dilihat dari karakteristik Marshall Test.

Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu dengan variasi kadar aspal 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7% terhadap total berat agregat untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO). Sedangkan pada pembuatan campuran AC – WC ini mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2010 Revisi 3. Untuk pengujian pada penuaan jangka pendek (Short Term Oven Aging, STOA) adalah dengan pengovenan benda uji  AC - WC pada suhu 135°C sebelum dipadatkan selama 4 jam dan untuk penuaan jangka panjang (Long Term Oven Aging, STOA) dilakukan pengovenan 85°C selama 2 hari setelah dipadatkan. Kemudian dilakukan pengujian STOA dan LTOA dengan metode Marshall Test sehingga didapat hasil karakteristik Marshall pada campuran AC – WC.

Berdasarkan hasil penelitian dilaboratorium didapat kadar aspal optimum sebesar 6,75% untuk campuran aspal dalam membuat pengujian penuaan aspal. Dari penelitian penuaan aspal berpengaruh pada nilai kararteristik Marshall pada campuran AC - WC, semakin lama umur penuaan semakin turun nilai karakteristiknya. Hal ini ditunjukkan pada hasil pengujian penuaan perkerasan terjadi penurunan nilai pada penuaan jangka pendek (STOA) nilai stabilitasnya 639,5 kg (tidak masuk spek). Nilai flow sebesar 3,1 mm. Nilai VIM 7,7 mm (tidak masuk spek). Nilai VFB 66,0%. Nilai VMA 22,6%. Nilai MQ 206,5 kg/mm (tidak masuk spek). Pada penuaan jangka panjang (LTOA) Nilai stabilitasnya yaitu 688,7 kg (tidak masuk spek). Nilai flow 3,2 mm. Nilai VIM 0,6 mm (tidak masuk spek). Nilai VFB 96,5%. Nilai VMA 16,6%. Nilai MQ 212,6 kg/mm (tidak masuk spek). Dan pada pengujian lapangan dengan umur aspal 5 tahun sebagai pembanding dari penuaan jangka panjang (LTOA) di dapat nilai stabilitasnya 519,2 kg (tidak masuk spek). Nilai flow sebesar 3,1 mm. Nilai VIM 0,9 mm (tidak masuk spek). Nilai VFB 95,2%. Nilai VMA 19,5%. Nilai MQ 169,3 kg/mm (tidak masuk spek).

 

Kata kunci : Penuaan, Laston, Asphalt Concrete Wearing Course (AC – WC), Bina Marga 2010 Revisi 3, Marshall Test .


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.