PELESTARIAN KAWASAN INTI CAGAR BUDAYA ISTANA KADARIAH UNTUK MENDUKUNG CITRA KOTA BERDASARKAN PERSEPSI PEMANGKU KEPENTINGAN

Siti Asri Heriyani Pertiwi, Agustiah Wulandari, Anthy Septianti

Abstract


Kawasan Inti Cagar Budaya Istana Kadariah merupakan kawasan bernilai sejarah yang telah ada sejak tahun 1771 dan sekaligus menjadi cikal bakal Kota Pontianak. Kawasan ini meliputi seluruh area perkembangan fisik di pusat pemerintahan Istana Kadariah sejak 1771-1950. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tindakan yang tepat dalam upaya pelestarian Kawasan Inti Cagar Budaya Istana Kadariah berdasarkan persepsi pemangku kepentingan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah induktif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya studi literatur, observasi dan wawancara. Sementara metode analisisnya adalah analisis deskriptif dan analisis isi. Responden berasal dari 4 kelompok yakni pemerintah, ahli, masyarakat dan komunitas, serta mahasiswa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Inti Cagar Budaya Istana Kadariah berkembang melalui tahapan diantaranya pembukaan lahan, struktur kota tradisional, upaya strategis dan perkembangan permukiman. Setiap elemen citra kota terkecuali elemen batas mampu memberikan citra kawasan sebagai kawasan tepian air. Berdasarkan hasil penelitian, penilaian mengenai pemahaman responden menunjukkan bahwa responden menganggap kawasan memiliki kelebihan. Dasar yang mendorong tindakan pelestarian adalah nilai. Tindakan pelestarian yang tepat merupakan tindakan pelestarian dengan kelas prioritas tinggi dan rendah. Sehingga terdapat 4 jenis tindakan pelestarian yang tepat untuk diterapkan pada kawasan penelitian berdasarkan persepsi pemangku kepentingan. Adapun 4 (empat) jenis tindakan tersebut diantaranya pemeliharaan, dan adaptasi yang tergolong prioritas inggi. Sementara revitalisasi, dan rekreasi tergolong prioritas rendah.

 

Kata Kunci:  Cagar Budaya, Citra Kota, Pelestarian, Pemangku Kepentingan.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.