KAJIAN PENGARUH BANGUNAN SPBU DAN PERSIMPANGAN JALAN PARIT HAJI HUSIN II TERHADAP LETAK U-TURN DI JALAN AHMAD YANI PONTIANAK

Regina Egitya, - Akhmadali, - Sumiyattinah

Abstract


Pada median  disediakan bukaan median untuk kendaraan melakukan putaran balik. Letak SPBU dan persimpangan jalan Parit Haji Husin II pada Jalan Ahmad Yani memberikan tarikan pada kendaraan untuk melakukan putaran balik melalui u-turn untuk menuju lokasi tersebut. Hal ini dapat mengganggu aktivitas di jalan Ahmad Yani sehingga perlu dilakukan kajian pengaruh SPBU dan persimpangan jalan Parit Haji Husin II terhadap letak u-turn agar dapat diketahui pengaruh u-turn tersebut dan alterntif solusinya.

Pada penelitian ini pengambilan data primer berupa survey volume lalu lintas dan geometrik jalan Ahmad Yani, u-turn, dan persimpangan jalan Parit Haji Husin II pada satu hari kerja pukul 06.00-19.00 WIB. Perhitungan kinerja jalan Ahmad Yani dan kinerja  simpang jalan Parit Haji Husin II menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 serta perhitungan kinerja jalinan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil perhitungan ini menjadi dasar untuk rekomendasi perbaikan yang diberikan.

Berdasarkan hasil analisa diketahui nilai derajat kejenuhan pada jalan Ahmad Yani dibagi menjadi A1, A2, dan A3 dengan kondisi ada SPBU masing-masing 0,83, 0,72, dan 0,80. Derajat kejenuhan pada kondisi tanpa SPBU pada A2 dan A3 adalah 0,69 dan 0,78. Derajat kejenuhan pada kondisi volume menuju SPBU dianggap lurus pada A2 dan A3 adalah 0,72 dan 0,83. Besarnya pengaruh SPBU pada A2 dan A3 adalah 0,03 dan 0,02. Analisa derajat kejenuhan pada persimpangan Jalan Parit Haji Husin II yang dipengaruhi u-turn dibagi menjadi 2 yaitu persimpangan Jl. Parit Haji Husin II – Jl. Ahmad Yani - u-turn 1 dan persimpangan Jl. Parit Haji Husin II dan SPBU – Jl. Ahmad Yani - u-turn 2. Nilai derajat kejenuhan dengan kondisi ada SPBU pada persimpangan persimpangan Jl. Parit Haji Husin II – Jl. Ahmad Yani - u-turn 1 dan Jl. Parit Haji Husin II dan SPBU – Jl. Ahmad Yani - u-turn 2 adalah 1,58 dan 1,83. Derajat kejenuhan pada kondisi tanpa SPBU adalah 1,56 dan 1,81. Derajat kejenuhan pada kondisi volume menuju SPBU dianggap lurus adalah 1,62 dan 1,88. Kinerja jalinan dihitung pada 3 titik jalinan. Nilai derajat kejenuhan dengan kondisi ada SPBU pada jalinan 1,2, dan 3 adalah 0,94, 0,88, dan 1,10. Derajat kejenuhan pada kondisi tanpa SPBU pada jalinan 3 adalah 1,08. Derajat kejenuhan pada kondisi volume menuju SPBU dianggap lurus pada jalinan 2 dan 3 adalah 0,91 dan 1,12. Alternatif solusi yang direkomendasikan untuk menurunkan nilai derajat kejenuhan adalah perbaikan pada geometrik jalinan dengan 3 cara yaitu dengan menambah panjang jalinan atau memindahkan u-turn,  menambah lebar jalinan dan lebar pendekat, dan mengkombinasikan dengan menambah panjang dan lebar jalinan. Dari rekomendasi perbaikan tersebut yang dapat menurunkan nilai derajat kejenuhan menjadi < 0,85 adalah dengan cara menambah lebar jalinan dan lebar pendekat atau kombinasi dengan menambah panjang dan lebar jalinan. Persentase kendaraan dari u-turn menuju SPBU dan jalan Parit Haji Husin II sebesar 0,05% dan persentase kendaraan dari SPBU dan jalan Parit Haji Husin II menuju u-turn sebesar 0,04%.

Kata kunci: U-Turn, Kinerja Jalan, Kinerja Simpang, Kinerja Jalinan, Derajat Kejenuhan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.