PENGUJIAN NILAI KEKESATAN PERMUKAAN JALAN PADA DAERAH BUNDARAN DI KOTA PONTIANAK DAN SEKITARNYA

Uray Farizi Asnawi, Slamet Widodo, Eti Sulandari

Abstract


Jalan merupakan sarana yang penting dalam dunia transportasi. Kepadatan lalu lintas di Kota Ponanak semakin meningkat dikarenakan pertumbuhan penduduk yang pesat, sehingga jalan mempengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan para pengendara. Kekesatan permukaan perkerasan jalan merupakan parameter yang penting dalam mengevaluasi kinerja perkerasan. Berkurangnya kekesatan pada permukaan jalan dapat mengakibatkan selip pada kendaraan, baik pada kondisi kering maupun basah. Perencanaan jalan yang baik berpengaruh pada tingkat kinerja jalan, dimana perencanaan tersebut memiliki perkerasan paling atas yaitu perkerasan lentur atau aspal, dimana aspal memiliki nilai kekesatan. Adapun tujuan peneliti adalah untuk mencari pengaruh temperatur terhadap kekesatan jalan.

Lokasi yang diteliti adalah jalan yang memiliki jenis perkerasan berbeda yaitu di Bundaran Digulis di Jl. Ahmad Yani 1 (Laston), Bundaran Kota Baru di Jl. Sutan Syahrir (HRS) dan Bundaran Kodam XII/Tanjungpura di Jl. Ahmad Yani 2 (AC-WC). Jumlah titik peninjauan ketiga lokasi adalah 41 titik (daerah sisi kiri dan kanan). Analisis dilakukan dengan tidak memperhatikan sifat kerja atau libur, waktu yang telah ditentukan yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dari hasil survey tersebut akan dihitung dan dianalisa sehingga akan mendapatkan pengaruh temperatur terhadap kekesatan jalan.

Berdasarkan penelitian nilai BPN dipengaruhi oleh temperatur, jika temperatur tersebut rendah maka permukaan perkerasan juga rendah, menjadikan nilai BPN cenderung lebih tinggi namun jika temperatur tinggi yang mengakibatkan permukaan perkerasan tinggi, nilai BPN akan cenderung lebih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan selip pada kondisi basah, lokasi Bundaran Digulis di Jalan Ahmad Yani 1 dengan jenis perkerasan Laston adalah 40,70 (standar deviasi 5,17), Bundaran Kota Baru di Jalan Sutan Syahrir dengan perkerasan HRS adalah 43,84 (standar deviasi 5,71) dan Bundaran Kodam XII/Tanjungpura di Jalan Ahmad Yani 2 dengan jenis perkerasan AC-WC adalah 39,65 (standar deviasi 6,32). Hal itu mengindikasikan bahwa jenis lapis perkerasan (AC-WC) mempunyai nilai kekesatan paling rendah dibandingkan Laston dan HRS pada ketiga lokasi bundaran tersebut.

 

Kata Kunci: Kekesatan Jalan, Tahanan Gesek, British Pendulum Tester, British Pendulum Number


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.