ANALISIS KINERJA JALUR ANGKUTAN BARANG DI KOTA PONTIANAK (STUDI KASUS JALUR LINTAS TRUK KONTAINER

. Adriansyah, Slamet Widodo, Eti Sulandari

Abstract


Pada penelitian ini pengambilan data terbagi mejadi data primer dan data sekunder, pengambilan data primer,berupa survey kecepatan kendaraan pada kondisi ada truk kontainer yang melintas dan tanpa truk kontainer yang melintas yang dilakukan pada hari Jum,at,Sabtu, Minggu dan Senin dari Pukul 06.00-18.00 wib dimana kendaraan yang di jadikan contoh pengamatan adalah  minibus, serta survey geometrik dan hambatan samping. Selanjutnya,data pertama yang dianalisis adalah dat kecepatan tempuh kendaraan di lanjutkan analisis volume lalu lintas dalam satuan smp/jam  kemudian dilakukan perhitungan kapasitas jalan hingga di dapat derajat kejenuhan lalu lintas di kedua ruas jalan tersebut, sehingga dapat diketahu pengaruh truk kontainer ketika melintas dan tingkat pelayanan kinerja di jalan Gusti Situt Mahmud maupun di jalan Khatulistiwa.

Berdasarkan hasil analisa diketahui kecepatan kendaraan melamban ketika ada truk kontainer melintas,pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud melamban ± 4 km/jam sedangkan di jalan Khatulistiwa melamban ±3 km/jam, dan berdasarkan analisa volume lalu lintas  derajat kejenuhan Jalan Gusti Situt Mahmud  = 1,610 sedangkan derajat kejenuhan jalan Khatulistiwa = 0,630 sehingga perlu di lakukan upaya peningkatan kinerja jalan dengan  beberapa alternatif peningkatan kinerja jalan di kedua ruas jalan tersebut. Ada lima alternatif untuk jalan Gusti Situt Mahmud yang pertama dengan mengalihkan arus truk kontainer ke jalan 28 Oktober dan jalan Budi Utomo, alternatif ini dapat meningkatkan kecepatan kendaraan tapi tidak berpengaruh signifikan terhadap derajat kejenuhan, kedua dengan melakukan pelebaran jalan menjadi empat lajur –dua arah – tak terbagi alternatif ini mampu mengurangi derjat kejenuhan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud menjadi 0,926  tetapi hal ini belum mampu menyelesaikan permasalahan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud, yang ketiga adalah dengan melakukan pelebaran dikedua ruas jalan menjadi empat lajur-dua arah- terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan pada ruas jalan Gusti Situt Mahmud menjadi 0,833, yang ke empat rekayasa lalu lintas pada jalan Gusti Situt Mahmud menjadi jalan satu arah keluar kota Pontianak, ternyata dapat mengurangi derajat kejenuhan menjadi 0,730 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan C yang ke lima adalah rekayasa lalu lintas pada jalan Gusti Situt Mahmud menjadi jalan satu arah ke dalam  kota Pontianak, ternyata dapat mengurangi derajat kejenuhan menjadi 0,689  termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan B, berdasarkan nilai derajat kejenuhan tersebut diketahui pengalihan arus lalu lintas menjadi jalan satu arah ke dalam kota Pontianak merupakan alternatif yang tepat untuk meningkatkan kinerja jalan Gusti Situt Mahmud.Sedangkan pada ruas jalan Khatulistiwa ada dua alternatif, yang pertama pelebaran jalan menjadi empat lajur –dua  arah – tak terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan menjadi 0,410 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan A , hal ini mampu menyelesaikan permasalahan pada ruas jalan Khatulistiwa, yang kedua adalah pelebaran dikedua ruas jalan menjadi empat lajur-dua arah- terbagi alternatif ini mengurangi nilai derjat kejenuhan pada ruas jalan Khatulistiwa menjadi 0,369 termasuk dalam klasifikasi tingkat pelayanan A Dengan demikian berdasarkan nilai derajat kejenuhannya maka alternatife pelebaran jalan menjadi empat lajur -dua arah – terbagi merupakan solusi paling tepat untuk meningkatkan kinerja jalan Khatulistiwa.

 

Kata Kunci : Truk Kontainer, Kecepatan, Derajat Kejenuhan, Kinerja Jalan


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.