PENGENDALIAN LALU LINTAS 4 LENGAN PADA PERSIMPANGAN JL. RE. MARTADINATA – JL. JERANDING DAN PERSIMPANGAN JL. RE. MARTADINATA – JL. HARUNA KOTA PONTIANAK

Kurniawan ., Ir.Komala Erwan, MT, Sumiayattinah ST , MT

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah pengaturan lalu lintas pada persimpangan Jl. RE. Martadinata – Jl. Jeranding dan persimpangan Jl. RE. Martadinata - Jl. Harunadengan merencanakan median atau pulau pemisah, sehingga dapat mengalirkan arus lalu lintas serta termanfaatnya kapasitas persimpangan secara optimal.

Data volume lalu lintas diperoleh dengan mencatat secara manual jumlah kendaraan yang melewati lokasi tinjauan. Survey lalu lintas ini dilakukan selama 4 (empat) hari yaitu dari tanggal 7 November 2014 sampai dengan tanggal 10 November 2014, yaitu pada hari jumat, sabtu, minggu dan senin. Waktu survey dilakukan pada pukul 06.00 – 18.00 WIB dengan interval waktu 1 jam.

Analisa persimpangan sebelum dilakukan perencanaan lalu lintas menggunakan median atau pulau pemisah diperoleh derajat kejenuhan pada tahun 2014 = 0,568, sedangkan untuk tahun 2019 = 0,983. Setelah dilakukan perencanaan menggunakan bagian jalinan diperoleh derajat kejenuhan tahun 2014 pada bagian jalinan AB = 0.344, jalinan BC = 0.337, jalinan CD = 0.361 dan jalinan DA = 0.247. Sedangkan ditahun 2019 nilai derajat kejenuhanpada bagian jalinan AB = 0.594, jalinan BC = 0.584, jalinan CD = 0.624 dan jalinan DA = 0.427. Hal ini menunjukan bahwa angka derajat kejenuhan setelah dilakukan perencanaan pada tahun 2014 secara umum termasuk ke dalam tingkat pelayanan Byaitu arus masih stabil dengan rasio DS: B = 0,20 – 0,44. Sedangkan pada tahun 2019,angka derajat kejenuhan yang diperoleh secara umum termasuk ke dalam tingkat pelayanan B dan C dengan rasio DS: B = 0,20 – 0,44 dan DS: C = 0,45 – 0,74.

 

Kata Kunci: derajat kejenuhan, jam puncak, kinerja, lalu lintas


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.