“EVALUASI KAPASITAS TAMPUNG DAN PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DI KAWASAN DESA DALAM KAUM KEC. SAMBAS KAB. SAMBAS”

Jimmi Mulyanto Situmorang, Azwa Nirmala, Kartini .

Abstract


ABSTRAK

Banjir merupakan permasalahan yang sering timbul di kota-kota besar di Indonesia, khususnya pada musim hujan, mengingat hampir semua kota di Indonesia mengalami bencana banjir / genangan. Salah satu daerah yang bermasalah adalah Kawasan Desa Dalam Kaum Kecamatan Sambas. Daerah ini merupakan salah satu wilayah yang rentan dalam permasalahan ini, karena di beberapa lokasi memiliki sistem drainase yang tidak memadai yaitu masih berupa saluran tanah dan terdapat  beberapa ruas jalan atau gang yang belum memiliki saluran drainase. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengindentifikasi permasalahan banjir, melakukan evaluasi terhadap kapasitas eksisting serta menyusun rencana sistem jaringan drainase yang diharapkan dapat mengantisipasi terjadinya genangan / banjir di masa yang akan datang.

Metodologi yang digunakan adalah inventarisasi data primer maupun sekunder. Inventarisasi data primer seperti menentukan lokasi penelitian dan pengukuran penampang saluran drainase eksisting. Inventarisasi data sekunder seperti mengumpulkan peta administrasi, peta topografi, peta tata guna lahan dll. Kemudian melakukan perhitungan analisa hidrologi terhadap data curah hujan  20 tahun terakhir mulai dari tahun 1992 sampai dengan 2011. Metode yang paling cocok dari analisa distribusi curah hujan yaitu metode gumbel dengan mendapatkan curah hujan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun. Selanjutnya mencari Intensitas curah hujan ditentukan berdasarkan Metode Van Breen, yang dikombinasikan dengan persamaan Talbot, Sherman, dan Ishiguro. Kemudian melakukan perencanaan teknis dimulai dari perhitungan debit curah hujan pada saluran, debit air kotor, dan mendapatkan debit banjir rencana. Kemudian melakukan evaluasi kapasitas tampung saluran eksisting terhadap debit banjir rencana.

Pada hasil perhitungan. terdapat 3 saluran yang masih mencukupi untuk menampung kapasitas debit banjir rencana. Sedangkan 35 saluran lainnya memiliki kapasitas yang tidak cukup menampung debit banjir banjir rencana, selain itu juga direncanakan 48 buah saluran lagi pada ruas jalan atau gang yang belum memiliki saluran. Direncanakan saluran yang terdiri dari saluran tersier dengan lebar atas (T) = 0,90 m, lebar bawah (b) = 0,60 m, tinggi saluran (y) = 0,70 m, dan untuk saluran sekunder dengan lebar atas (T) = 1,50 m, lebar bawah (b) = 0,80 m, tinggi saluran (y)= 0.90m. Saluran yang direncanakan menggunakan penampang berbentuk trapesium dengan bahan saluran dari beton.

 

Kata – kata Kunci : Analisa hidrologi,  Debit rencana, Desa dalam kaum sambas

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.