Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Setelah Diberlakukan Tarif 1 % (Final) PPh (Studi Kasus di KPP Pratama Pontianak)

Sari Zawitri, Elsa Sari Yuliana

Abstract


Year 2015 is the year for developing Tax Payer and the year of issuance of GovernmentRegulation No. 46 Year 2013, which imposed 1% tax to SMEs with a turnover (gross income)from Rp 1 to a maximum of Rp 4.8 billion per year. The research problems are formulated: (1)How does the level of tax compliance in KPP Pratama Pontianak before and after the 1% taxpolicies for SME corporate tax payer? (2) What efforts made by the tax authorities in improvingtax payer compliance company in terms of delivering the tax obligations on KPP PratamaPontianak. The research method was an exploratory, descriptive, narrative case study approachto the object KPP Pratama Pontianak. Outcomes of this study are expected KPP PratamaPontianak be an example or reference for other KPP in performing their duties and functions aspublic service on tax. The results showed that there was a slight increase tax payer compliance inKPP Pontianak after their policy of 1% per month tax on turnover (gross income), whencompared with the prior policy. Suggestions for the government, in this case the DirectorateGeneral of Taxation, in formulating tax policy in order to maximize tax revenue.

 


Full Text:

PDF

References


Devano, S. & Rahayu, S. K. (2006). Perpajakan: Konsep, Teori dan isu. Jakarta: Kencana.

Direktorat Jenderal Pajak. (2015). Realisasi Penerimaan Pajak per 30 April 2015. Diakses dari http://www.pajak.go.id/content/realisasi-penerimaan-pajak-30-april-2015.

Kementerian Koperasi & UKM. (2013). Statistik Usaha Kecil, Mikro dan Menengah, Diakses dari http://www.depkop.go.id/phocadownload/data_statistik/statistik_UKM/narasi_statistik_umkm%202010-2011.pdf.

Keputusan Menteri Keuangan No.544/KMK.04/2000 tentang Kriteria Wajib Pajak Yang Dapat Diberikan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran Pajak Menteri Keungan Republik Indonesia.

Mardiasmo. (2011). Perpajakan. Yogyakarta: Andi.

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang tentang Pajak Penghasilan atas usaha dengan Penghasilan Bruto dan Kriteria Tertentu.

Peraturan Menteri Keuangan 107/011/2013 tentang Tentang Tata Cara Penghitungan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu.

Prasetyo, B. & Jannah, L. M. (2015). Metodologi Penelitian Kuantitatif : Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Rahayu, S. K. (2010). Perpajakan Indonesia (Konsep dan Aspek Sosial). Yogyakarta: Graha Ilmu.

Siagian, D. & Sugiarto. (2000). Metode Statistika Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Soebakir, M., Hon, D. B. H. & Saragih, P. (1996). Petunjuk Praktis Perpajakan, Jakarta: Berita Pajak.

Vebrina, S. (2012). Tingkat Kepatuhan Wajib Pajak Badan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pasca Kebijakan Fasilitas Pengurang Tarif PPh di KPP Pratama Jakarta Kebayoran Lama (Skripsi yang dipublikasikan). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Administrasi Fiskal, Universitas Indonesia.

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Waluyo. (2013). Perpajakan Indonesia (Ed. 11). Jakarta: Salemba Empat.




DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jebik.v5i2.17147

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JOURNAL INDEXING

     More...

 

PUBLISHED BY

Faculty of Economics and Business
Universitas Tanjungpura





Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

View My Stats