Pengembangan Model Pegelolaan Kontainer Kosong Pada Surplus Area Menurut Sudut Pandang Otoritas Terminal

Noveicalistus H Djanggu

Abstract


Abstract Ketidak seimbangan volume perdagangan antar wilayah menyebabkan terjadinya kelebihan kontainer kosong pada satu wilayah, dan kekurangan kontainer kosong pada wilayah yang lain. Keterbatasan kapasitas storage area pada wilayah yang kelebihan kontainer kosong menyebabkan permasalahan bagi pengelola terminal untuk mengelola kegiatan operasional terminal. Permasalahan ini disebabkan karena keterbatasan ruang gerak pada terminal kontainer. Pihak pengelola terminal kontainer akan melakukan alokasi kontainer kosong agar dapat menjamin kelancaran operasional terminal kontainer. Sebagai pihak yang menggunakan jasa operasional terminal dan memiliki kontainer kosong, shipping line akan terkena dampak dari setiap keputusan yang dilakukan oleh otoritas terminal.

Pada penelitian ini objek kajian adalah terminal kontainer pelabuhan Pontianak. Entitas PT Pelindo mewakili sudut pandang pengelola terminal kontainer, dan entitas shipping line mewakili sudut pandang pemilik kontainer. Dikembangkan sekenario alokasi dengan pendekatan PT Pelindo dominan dalam alokasi kontainer kosong dan shipping line sebagai pihak yang terkena dampak pengambilan keputusan dari pengelola terminal.

Keywords alokasi kontainer kosong, terminal kontainer, shipping line, utilisasi storage area


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.26418/elkha.v6i1.5184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)

 

Editorial Office/Publisher Address:
Editor Jurnal Elkha, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura,
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia

website:http://jurnal.untan.ac.id/index.php/Elkha
email : jurnal.elkha@untan.ac.id

Assiciated with :

 

MoU FORTEI - ELKHA



                                                  

 

                                                           

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.